Tuesday, August 9, 2011

Kumpulan pantun Ramadhan

kumpulan pantun


Karya : Ahmad Faizal Ginanjar


Selamat datang bulan Ramadhan

Menatap langit di gerbang depan
Ada anak berpura-pura
Selamat datang bulan Ramadhan
Kami menyambut dengan gembira

Terawih

Anak adam sedang merintih
disiram air di depan rumah
Ramai-ramainya shalat terawih
Hanya di awal-awalnya saja

Mohon Maaf Lahir Batin

Sahur makan ikan patin
Minumnya air markisa
Mohon maaf lahir batin
Maafkan segala dosa

Malam Lailatul Qadar

Pergi ke dapur mengambil buah
Pas nyampe langsung ditampar
Dapatkan malam suci nan indah
Malam lailatur Qadar
Baca selengkapnya

Thursday, August 4, 2011

Al-Qur'an dan Sains bicara tentang "Akhir Alam Semesta"

Al-Qur'an dan Sains bicara tentang "Akhir Alam Semesta"

Akhir alam semesta
 Hai semua, sudah lama saya tidak memposting dan akhirnya bisa memposting lagi. kali ini saya posting tentang Al-Qur'an dan Sains bicara tentang "Akhir alam semesta". selamat membaca ! ^_^
Seperti yang kita tahu, bahwa alam jagad raya ini sebelumnya adalah satu, lalu bercerai berai dan meluas setelah terjadinya ledakan besar oleh sinar kosmik.
Sehingga membentuk gugusan benda-benda langit yang terdiri dari galaksi, bintang, planet, satelit dan lain sebagainya.


Namun tentunya keseluruhan benda langit ini tidak mungkin akan terus ada tanpa ada batasnya. Bahkan secara pasti, dapat ditegaskan bahwa seluruh apa yang ada di alam semesta ini akan berakhir atau bisa disebut kiamat.

Para ilmuwan telah banyak melakukan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui akhir alam raya ini. Dalam melakukan penelitian tersebut, mereka menggunakan hitungan energi yang mendorong alam raya ini agar secara terus-menerus mengalami penambahan.

Penggunaan energi ini dimaksudkan untuk menciptakan pemuaian alam secara terus-menerus dengan batasan. Ia tidak boleh melampaui kuantitas penambahan energi yang telah ditentukan, yang dapat mengakibatkan alam raya ini meledak.

Penelitan yang mereka lakukan, menghasilkan dugaan bahwa suatu saat energi yang terdapat di alam raya ini akan melampaui batas keseimbangannya yang menyebabkan kehancurannya.

Sebagaimana dulu, benda-benda yang ada di alam raya ini terbentuk setelah terjadinya ledakan besar, maka benda-benda ini juga akan hancur setelah terjadinya ledakan besar yang diakibatkan kekuatan energi yang melampaui batas kemampuannya.

Al-Qur'an telah menggambarkan akhir alam semesta ini yang menyerupai awal pembentukannya, sebagaimana yang terdapat pada surah Al-Anbiya ayat 104. Allah SWT berfirman: 

"(yaitu) pada hari Kami gulung langit seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati. Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya."


Pengungkapan dengan menggunakan kata 'Kami gulung langi', adalah cara pengungkapan yang sangat teliti sekali yang dimaksudkan untuk menggambarkan penyusutan alam semesta ini, karena energi yang terdapat di dalamnya telah melebihi batasan yang telah ditentukan.

Al-Qur'an di bagian lain ayatnya, mengungkapkan penciptaan kembali alam semesta setalah ia melewati batas energi yang ditentukan. Allah SWT dalam surah Ibrahim ayat 48 berfirman:

"(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit."
Baca selengkapnya

Wednesday, June 29, 2011

Sudah Tepatkah Penggunaan Antibiotik Pada Buah Hati Kita?

anti biotik
Beragamnya penyakit infeksi pada anak telah membuat kebanyakan ibu khawatir dan panik ketika buah hatinya sakit. Bahkan tidak sedikit yang selalu membawa anaknya berobat ke dokter meski hanya penyakit ringan. Rasanya tidak puas jika dokter tidak memberi obat apapun dan hanya memberikan edukasi tentang penyakit dan perawatan anaknya yang sedang sakit. Tidak peduli apakah penyebabnya virus atau bakteri, kebanyakan ibu akan lebih tenang ketika dokter meresepkan antibiotik untuk anaknya. Padahal, penggunaan antibiotik yang tidak tepat bukan hanya menghamburkan uang, namun juga akan berdampak buruk pada kesehatan buah hati kita. Di zaman yang serba modern seperti sekarang ini, orangtua dituntut untuk pro aktif dan kritis dengan pengobatan yang diberikan dokter untuk buah hatinya. Salah satunya adalah ketika dokter meresepkan antibiotik. Sebagai orangtua, kita perlu memastikan, sudah tepatkah penggunaan antibiotik pada buah hati kita?

Mengenal Antibiotik

Antibiotik merupakan substansi yang dihasilkan oleh mikroorganisme, yang dalam konsentrasi rendah mampu menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme lain. Antibiotik adalah obat yang digunakan dalam penanganan pasien yang terbukti atau diduga mengalami infeksi bakteri dan terkadang juga digunakan untuk mencegah infeksi bakteri pada keadaan khusus. Penggunaan antibiotik tidak boleh sembarangan dan hanya bisa didapatkan dengan resep dokter, karena penggunaan yang tidak sesuai indikasi justru akan menyebabkan resistensi (kebal) obat.

Seperti Apakah Penggunaan Antibiotik yang Tidak Tepat?

Pemakaian antibiotik yang tidak berdasarkan ketentuan (petunjuk dokter) menyebabkan tidak efektifnya obat tersebut sehingga kemampuan membunuh kuman berkurang atau bahkan menimbulkan resistensi. Ketidaktepatan penggunaan antibiotik terjadi dalam situasi klinis yang sangat bervariasi, meliputi :

  • Pemberian antibiotik pada keadaan tanpa adanya infeksi bakteri.
  • Pemilihan antibiotik yang salah atau tidak sesuai diagnosis.
  • Dosis yang tidak tepat atau berlebihan.
  • Lama penggunaan antibiotik yang tidak tepat.
  • Penggunaan obat antibiotik suntik yang berlebihan pada penyakit yang dapat disembuhkan dengan obat yang ditelan (oral).
  • Pengobatan sendiri oleh pasien dengan cara mengonsumsi antibiotik yang seharusnya diresepkan oleh dokter.
  • Penggunaan antibiotik berlebih untuk profilaksis (pencegahan) pada pembedahan bersih, khususnya pemberian antibiotik yang berlangsung lebih lama dari waktu yang direkomendasikan (kurang dari 24 jam pasca operasi).

Keadaan ini antara lain disebabkan oleh berbagai faktor seperti pengetahuan dokter yang kurang, pengalaman masa lalu atau contoh dari kolega senior, harapan dan permintaan pasien, promosi industri farmasi, dan mudahnya pasien membeli antibiotik tanpa resep dokter.

Bahaya Penggunaan Antibiotik yang Tidak Tepat

Penggunaan antibiotik pada anak memerlukan perhatian khusus. Mengapa demikian? Bayi dan anak berisiko paling sering mendapatkan antibiotik, karena daya tahan tubuhnya yang lebih rentan sehingga lebih sering sakit. Padahal, seperti halnya obat pada umumnya, antibiotik memiliki efek samping yang bisa muncul jika penggunaannya tidak tepat.

Efek samping yang sering terjadi pada penggunaan antibiotik adalah gangguan beberapa organ tubuh. Terlebih lagi bila diberikan kepada bayi dan anak-anak, karena sistem tubuh dan fungsi organ pada bayi dan anak-anak masih belum tumbuh sempurna. Gangguan organ tubuh yang bisa terjadi adalah gangguan saluran cerna, gangguan ginjal, gangguan fungsi hati, gangguan sumsum tulang, gangguan darah dan sebagainya.

Akibat lainnya adalah reaksi alergi karena obat. Gangguan tersebut mulai dari yang ringan seperti ruam, gatal sampai dengan yang berat seperti pembengkakan bibir atau kelopak mata, sesak, hingga dapat mengancam jiwa atau reaksi anafilaksis.

Pemakaian antibiotik berlebihan atau irasional juga dapat membunuh kuman yang baik dan berguna yang ada didalam tubuh kita. Sehingga tempat yang semula ditempati oleh bakteri baik ini akan diisi oleh bakteri jahat atau oleh jamur atau disebut “superinfection”. Pemberian antibiotik yang berlebihan akan menyebabkan bakteri-bakteri yang tidak terbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman yang resisten atau disebut “superbugs”.

Penggunaan antibiotik yang irasional menyebabkan bakteri yang awalnya dapat diobati dengan mudah menggunakan jenis antibiotik ringan akan bermutasi dan menjadi kebal, sehingga memerlukan jenis antibiotik yang lebih kuat. Bila bakteri ini menyebar ke lingkungan sekitar, suatu saat akan tercipta kondisi dimana tidak ada lagi jenis antibiotik yang dapat membunuh bakteri yang terus menerus bermutasi ini.

Makin Dini, Makin Berisiko

Sebagian besar kasus penyakit infeksi pada anak disebabkan oleh virus. Penyakit virus adalah penyakit yang termasuk “self limiting disease” atau penyakit yang sembuh sendiri dalam waktu 5 sampai 7 hari (dengan ijin Allah -red). Sebagian besar penyakit infeksi diare, batuk, pilek dan panas disebabkan oleh virus. Secara umum, setiap anak akan mengalami 2 hingga 9 kali penyakit saluran napas karena virus.

Sebuah publikasi dalam Journal Watch Pediatrics and Adolescent Medicine tanggal 18 Juli 2007 melaporkan suatu hasil penelitian “population based”, dimana dilakukan penelitian longitudinal yang terhadap 13.116 anak di Kanada yang lahir pada tahun 1995 dan mendapat pengobatan dengan antibiotik dalam tahun pertama kehidupan untuk mempelajari faktor-faktor resiko terjadinya asma pada anak. Anak yang didiagnosis menderita asma dalam tahun pertama kehidupan dikeluarkan dari penelitian. Ternyata 65 % anak mendapat antibiotik dan terbanyak adalah antibiotik berspektrum luas.

Anak yang mendapat antibiotik untuk penyakit infeksi bukan saluran nafas ternyata mempunyai resiko menderita asma dua kali lebih besar pada usia 7 tahun dibandingkan yang tidak mendapat antibiotik.

Penelitian ini mengkonfirmasikan hasil penelitian sebelumnya bahwa penggunaan antibiotik yang terlalu dini pada anak (usia kurang dari 1 tahun) terutama antibiotik yang berspektrum luas, meningkatkan resiko terjadinya asma pada anak. Sehingga dianjurkan untuk tidak memberi antibiotik terutama yang bersektrum luas kepada anak usia kurang dari 1 tahun apabila tidak sangat diperlukan.

Kapan Anak Memerlukan Antibiotik?

Indikasi yang tepat dan benar dalam penggunaan antibiotik pada anak adalah bila penyebab infeksi tersebut adalah bakteri. Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), indikasi pemberian antibiotik adalah :

  • Batuk dan pilek yang terjadi sepanjang hari (bukan hanya pada malam hari dan pagi hari) yang berkelanjutan selama lebih dari 10-14 hari dan disertai dengan cairan hidung mukopurulen (kuning atau hijau). Bila batuk dan pilek yang berkelanjutan terjadi hanya pada malam hari dan pagi hari (bukan sepanjang hari) biasanya berkaitan dengan alergi atau bukan lagi dalam fase infeksi, sehingga tidak perlu antibiotik.
  • Bila terdapat gejala infeksi sinusitis akut yang berat seperti panas > 39° C dengan cairan hidung purulen (kental), nyeri, bengkak di sekitar mata dan wajah.
  • Radang tenggorokan karena infeksi kuman streptokokus. Penyakit ini pada umumnya menyerang anak berusia 7 tahun atau lebih. Pada anak usia 4 tahun hanya 15% yang mengalami radang tenggorokan karena kuman ini. Untuk mengetahui apakah ada infeksi bakteri biasanya dengan melakukan kultur (pembiakan bakteri) yang membutuhkan beberapa hari untuk observasi.
  • Infeksi saluran kemih. Untuk mengetahui apakah ada infeksi bakteri biasanya dengan melakukan kultur urin. Setelah beberapa hari akan diketahui bila ada infeksi bakteri berikut jenis dan sensitivitas terhadap antibiotik.
  • Penyakit tifus. Selain dari anamnesis (wawancara) dan pemeriksaan fisik, untuk mengetahui penyakit tifus perlu dilakukan pemeriksaan darah Widal dan kultur darah gaal.

Gunakan Antibiotik Secara Tepat

Berikut ini beberapa tips penggunaan antibiotik yang benar, sebagai pedoman para orangtua dalam memberikan antibiotik pada anaknya :

  • Memberikan antibiotik pada anak hanya dengan resep dokter, yaitu dengan dosis dan jangka waktu sesuai resep.
  • Menanyakan pada dokter, obat mana yang mengandung antibiotik.
  • Tidak menggunakan atau membeli antibiotik berdasarkan resep sebelumnya. Karena salah menggunakan antibiotik menyebabkan obat menjadi tidak efektif lagi dan bahkan bisa menimbulkan resisten (kebal) obat.
  • Pilek, batuk, dan diare pada anak umumnya tidak memerlukan antibiotik. Usahakan agar anak banyak minum, cukup makan makanan bergizi, dan istirahat. Jika demam lebih dari 3 hari periksakan anak ke dokter.
sumber : http://muslimah.or.id/kesehatan-muslimah/sudah-tepatkah-penggunaan-antibiotik-pada-buah-hati-kita.html
Baca selengkapnya

Thursday, June 2, 2011

Award Kedua AdScienceBlog

Terima kasih atas award yang sudah diberikan. ^_^

Berikut awardnya :




Gimana ?? Keren kan ?? Mau ?? 
Cara untuk mendapatkan award ini sangat sederhana dan mudah, karena pada intinya Award ini bergulir ke sesama rekan Blogger atau istilahnya award Blogger get blogger jadi Bagi yang menerima selanjutnya untuk meneruskan award ini ke 3 Rekan sesama blogger ,sebagai aturan dari pemberi sebelumnya ada 4 peraturan yaitu : 
  • Memberikan ucapan terimakasih dan menaruh link nya terhadap yang memberikan award ini ( contoh diatas Bisa Anda cek pemberi Enim Net 51 sekalian itu ada alamat  Link nya diatas ) 
  • Ceritakan sedikit mengenai diri kamu 
  • Berikan award ini kepada 3 teman blogger anda yang sering berkunjung ke blog anda 
  • Jangan lupa untuk menghubungi mereka juga ( lewat Buku tamu atau Kolom komentar...terserah ente )
Yang point diatas termasuk ucapan dan link pemberi Award sudah berikut aturan selanjutnya adalah sedikit cerita mengenai diri saya : 
  • Saya cuma blogger pemula yang ingin berbagi hal-hal menarik kepada sahabat semua. Saya masih anak sekolah jadi waktu luangnya sangat sedikit...hehe...
Cukup untuk perkenalan singkatnya ^_^

Selanjutnya Award ini saya berikan ke teman-teman/sahabat blogger yang pernah mampir ke AdScienceBlog. Susah juga nih memilih mana yang akan  saya pilih karena memang banyak yang sudah berkunjung ber ulang2 dan saya tidak punya catatan khusus, tapi 3 sahabat blogger harus tetap saya pilih (mohon maaf bagi yang belum terpilih ya...). Semoga saya tidak salah pilih atau pilih kasih, berikut adalah 3 Sahabat blogger yang saya berikan award ini :



Terima kasih sebesar-besarnya saya ucapkan untuk Fuera de Juego
Dan award ini akan saya berikan kepada teman saya :
Baca selengkapnya

Tuesday, May 31, 2011

Cara Termudah Membuat Bom Rakitan (Hanya Percobaan Ilmiah)

Cara Termudah Membuat Bom Rakitan (Hanya Percobaan Ilmiah)



Belakangan ini saya menemukan banyak yang mencari cara mudah untuk membuat bom rakitan. nah, saya coba post disini semoga bisa bermanfaat yah teman-teman. tapi ingat, hanya untuk percobaan ilmiah saja tidak untuk disalah gunakan.

Bahan yang diperlukan:

* Air
* Gelas ukur kecil
* Plastik dengan penutup rapat kayak plastik obat
* Baking soda
* Cuka
* Kertas

Cara Pembuatan :

* Sobek kertas berbentuk persegi ukuran 10 cm x 10 cm.
* Masukkan 1 sendok baking soda kemudian lipat berbentuk persegi.


* Kedalam wadah plastik masukkan 1/2 gelas kecil cuka dan 1/4 gelas kecil air hangat.
* Setelah itu, masukkan kertas berisi baking soda tadi ke dalam wadah plastik lalu tutup rapat secepatnya.
* Kocok plastik sebentar kemudian menghindar dan tiaraaaaap!


* Booooommm…. BOM plastik itu akan meledak seperti BOM.

catatan : untuk mencegah penyalah gunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, kami beritahukan bahwa ini hanya untuk kepentingan percobaan ilmiah dan ledakan yang dihasilkan hanya berdampak kecil ! (dilarang keras digunakan sebagai senjata kriminal)
Baca selengkapnya